A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan, merata, dan berkeadilan, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Puskesmas Bangilan sebagai puskesmas pedesaan memiliki peran strategis sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Puskesmas Bangilan membawahi 14 desa dengan kondisi geografis, sosial, dan demografis yang beragam, sehingga memerlukan perencanaan dan pengelolaan pelayanan kesehatan yang berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2025, terjadi perubahan signifikan dalam status dan struktur Puskesmas, di mana Puskesmas diarahkan menjadi lebih terintegrasi melalui sistem klaster fungsional. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi layanan kesehatan berdasarkan kelompok sasaran dan jenis pelayanan, meningkatkan efisiensi, serta memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan dari promotif dan preventif hingga kuratif dan rehabilitatif. Perubahan kebijakan tersebut menuntut Puskesmas untuk memiliki data dan informasi yang komprehensif sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Selain itu, pembangunan kesehatan juga mengacu pada komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG ke-3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Inti dari pencapaian tujuan ini meliputi peningkatan status gizi masyarakat, penguatan sistem kesehatan nasional, peningkatan akses pelayanan kesehatan dan kesehatan reproduksi, pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB), serta penyediaan sanitasi dan air bersih yang layak.
Berdasarkan hal tersebut, penyusunan Profil Puskesmas Bangilan Tahun 2026 menjadi sangat penting sebagai dokumen yang menyajikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah kerja, sumber daya, sarana dan prasarana, serta capaian program kesehatan yang dilaksanakan. Profil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kesehatan, sekaligus mendukung implementasi kebijakan transformasi layanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bangilan.
B. Maksud dan Tujuan
Tujuan dari diterbitkannya Buku Profil Puskesmas Bangilan adalah sebagai berikut :
• Sebagai Sebagai media informasi informasi dan layanan layanan bagi masyarakat dan stakeholder stakeholder pengguna jasa Puskesmas;
• Sebagai Sebagai media promosi promosi kepada masyarakat masyarakat tentang tentang pelayanan pelayanan yang ada di Puskesmas.
C. Sistematika Penyajian
Profil Puskesmas Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Tahun 2025 terdiri atas 8 (delapan) BAB yaitu ;
Bab I Gambaran Umum
Bab ini menyajikan tentang Keadaan umum di wilayah kerja Puskesmas Bangilan meliputi keadaan geografis, data kependudukan dan gambaran umum.
Bab II Sarana Kesehatan
Bab ini berisi uraian tentang fasilitas kesehatan meliputi Puskesmas (non rawat inap) beserta jejaringnya, sarana produksi dan distribusi kefarmasian serta Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (Posyandu dan Posbindu PTM)
Bab III Sumber Daya Manusia Kesehatan
Bab ini diuraikan tenaga kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain. Terdiri dari tenaga medis, tenaga keperawatan dan kebidanan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga kefarmasian, dan tenaga kesehatan lain serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan.
Bab IV Pembiayaan Kesehatan
Bab ini berisi tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, dana desa untuk kesehatan,dana anggaran kesehatan.
Bab V Kesehatan Keluarga
Bab ini menggambarkan tentang kondisi kesehatan ibu, kesehatan anak, serta kesehatan pada penduduk usia produktif dan usia lanjut.
Bab VI Pengendalian Penyakit
Bab ini berisi tentang penyakit menular langsung, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, penyakit tular vektor dan zoonotic serta penyakit tidak menular.
Bab VII Kesehatan Lingkungan
Bab ini menggambarkan tentang akses air minum, akses sanitasi, dan tempat- tempat umum serta tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat kesehatan.
Bab VIII Penutup
Lampiran Data Profil Kesehatan
BAB I
GAMBARAN UMUM
1. Sejarah Berdirinya Puskesmas Bangilan
Puskesmas Bangilan berdiri pada 22 Juni 1957 yang dimulai dengan berdirinya
BKIA., Semakin luasnya bidang kerja yang harus ditangani sampai pada tahun 1974 berubah menjadi menjadi Balai Pengobatan untuk Kecamatan Kecamatan Bangilan. Pada tahun 1978 berubah menjadi menjadi Puskesmas Bangilan yang terletak di Kelurahan Desa Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban, tepatnya di Jl. Raya No. 180 Bangilan Kabupaten Tuban.